Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS komponen untuk pengaman alat listrik memutus arus jika terjadi korsleting. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu.
Selainaki, komponen kelistrikan yang tak kalah penting adalah kiprok atau regulator rectifier. Secara fungsi, kiprok berguna untuk menstabilkan dan menahan arus listrik yang dihasilkan dari sepul ke aki. Sehingga arus yang masuk tidak terlalu besar atau kecil.
Tembokpenahan ombak di pelabuhan: DERMAGA Tembuni / Plasenta: URI Tembus pandang: TRANSPARAN Tempat / ruang di antara dua benda: SELA Tempat air bercerat, dari tanah: KENDI Tempat beradanya sesuatu: LETAK Tempat berakhirnya aliran sungai di laut: MUARA Tempat berlatih / Gelanggang: SASANA Tempat berpijak: TUMPU Tempat bunga untuk hiasan di atas meja: VAS
JAKARTA Sabuk pengaman atau seat belt merupakan salah satu fitur keselamatan paling standar yang kini ditemui pada semua jenis mobil. Komponen ini berfungsi untuk menahan badan agar tidak terhempas dari tempat duduk saat terjadi kecelakaan. Saat ini hampir semua mobil sudah dilengkapi dengan jenis seat belt three poin atau tiga titik, yang merupakan sabuk pengaman paling aman.
.
Home > Power Supply > 2 Perbedaan Pengertian Arus Listrik Dan Tahanan Listrik Beserta Rumus Menjelaskan tentang pengertian tahanan listrik dan fungsi arus listrik dalam rangkaian elektronika adalah sesuatu yang penting, sehingga kita patut memahami hal itu supaya menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan termasuk dalam penerapan kegunaan sehari-hari. Selama ini kita berpendapat bahwa arus listrik adalah muatan positif dengan arah yang berlawanan. Justru sebaliknya bahwa arus listrik dalam penghantar adalah gerak elektron yang membawa muatan negatif yang mengalirkan arus dari tegangan yang tinggi menuju ke tegangan yang lebih rendah. Sesuatu benda yang dapat menghasilkan arus listrik disebut sumber arus listrik. Sumber arus listrik tersebut bisa berasal dari baterei, aki accu, dinamo, generator, dan lain sebagainya. Arus listrik atau perpindahan elektron tersebut dinamakan dengan notasi “I”, sedangkan satuannya disebut dengan Ampere. Adapun satuan arus listrik yang dipakai dalam teknik elektronika adalah Ampere, miliampere, dan microampere. Dengan demikian, kini kita sudah menjadi semakin tahu bahwa antara listrik dan elektronika tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling melengkapi dan berhubungan erat dimana keduanya juga dikenal dengan sebutan Ilmu Elektrik. Tahanan listrik hambatan listrik adalah sesuatu yang dapat mengurangi arus listrik. Arus listrik yang mengalir melalui konduktor akan mendapatkan hambatan atau tahanan dari kawat penghantar konduktor itu sendiri. Besarnya hambatan listrik diukur dengan satuan Ohm. Yang menyebabkan kawat penghantar menghambat atau menahan arus listrik adalah karena kabel atau kawat selalu punya nilai tahanan berbeda, masing-masing bahan akan memiliki tahahan yang tidak sama. Ini dapat menyebabkan berkurangnya tegangan listrik yang mengaliri kawat tersebut dari titik A hingga sampai ke titik B. Semakin panjang kawat penghantar maka nilai hambatannya akan semakin besar. Tegangan listrik, tahanan dan kuatnya arus adalah nilai besaran listrik yang saling mempengaruhi satu sama lain. Bila tegangan listrik ditambah atau dinaikkan, maka arus yang mengalir dalam rangkaian juga ikut meningkat. Sebaliknya, jika tegangan listrik tetap tetapi tahanan beban naik, maka arus listrik menjadi kecil. Dari apa yang dijelaskan diatas kita dapat memahami bahwa perbedaan rumus arus listrik beserta hambatan yang menyebabkan berkurangnya arus tersebut adalah beda, dan memberikan bayangan bagaimana cara kerja listrik yang mengalir pada kawat penghantar sehingga akhirnya dapat diukur sesuai besarnya tegangan yang ada. Maka dari itu kita dapat memahami apa yang patut diperhatikan sehingga akhirnya memungkinkan untuk lahirnya sebuah pemahaman baru terkait hal itu, yang mana itu akan mempengaruhi cara pandang kita pada keadaan tersebut, dan dalam kegunaan sehari-hari juga akan menimbulkan perbedaan yang nyata.
Freepik Peralatan elekronik berkaitan erat dengan listrik - Teman-teman tentu tahu kalau sebagian besar aktivitas manusia membutuhkan listrik. Listrik memberi tenaga pada peralatan elektronik yang kita gunakan setiap hari, seperti lampu, televisi, kulkas, pengisi daya ponsel, dan masih banyak lagi. Kali ini kita akan mengenal dan mempelajari tentang rangkaian listrik. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel ini! Pengertian Rangkaian Listrik Rangkaian listrik adalah jalur atau rangkaian sehingga elektron dapat mengalir dari sumber arus listrik voltase. Proses perpindahan elektron dikenal sebagai listrik. Elektron dapat mengalir pada material penghantar arus listrik yakni konduktor. Rangkaian listrik berfungsi mengalirkan listrik ke perangkat yang kita inginkan. Rangkaian listrik terbagi menjadi tiga jenis, yaitu rangkaian listrik analog rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel, rangkaian listrik digital, dan rangkaian listrik hibrid. Komponen Rangkaian Listrik Komponen-komponen dalam rangkaian listrik adalah resistor, kapasitor, induktor, diode, transistor, IC dan sakelar. Baca Juga Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu PLTB, Materi Kelas 3 SD Tema 6 Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
The process of electricity distribution often have been affected , including disruption to the ground. This study aims to analyse the impact of the current Ground system disorder to land at kV 20 distribution systems. Ground system that is solid analysis system , resistor , reactor. In a comparison with looked at and charts using etap With the Ground solid System on a bus 2 with distance 300 m of the disorder of plants having kA. For the current disorder 2 the phase to the ground having the disruption of kA by the distance where closer the disorder bigger the disorder land so does the contrary Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free ISSN 2549-3698 Muhammad Sidik, Sabar Setiawidayat, Muhammad Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 138 DOI Pengaruh Sistem Pentanahan Terhadap Arus Gangguan Tanah Pada Sistem Distribusi 20 kV Muhammad Sidik1, Sabar Setiawidayat2, Mohammad Mukhsim3 123 Universitas Widyagama Malang e-mail ,masdapro ,07muhsin Diterima 06-06-2020 Disetujui 11-08-2020 Diterbitkan 13-08-2020 Abstract The process of channeling electrical power often experiences problems, including disturbance to the ground. This study aims to analyze the effect of the grounding system on disturbance currents to the ground in a 20 kV distribution system. The earth systems analyzed are solid systems and resistors. Using the comparison method by assessing at tables and graphs using ETAP shows that the closer the disturbance location, the greater the ground fault current The solid grounding on Bus 2 with a distance of 300 m from the plant has a 1 phase to ground fault current of 30,066 kA and for a Resistor system of 29,852 kA. The 2 phase fault current to the ground has a fault current of 30,903 kA for the Solid system and 28,694 kA for the Resistor system.. Keywords ground system, etap land disturbance Abstrak Proses penyaluran daya listrik sering mengalami gangguan, diantaranya gangguan ke tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh Sistem pentanahan terhadap arus gangguan ke tanah pada sistem distribusi 20 kV. Sistem pentanahan yang dianalisa adalah sistem solid dan resistor. Menggunakan metode perbandingan dengan melihat tabel dan grafik menggunakan ETAP menunjukkan bahwa semakin dekat lokasi gangguan maka semakin besar arus gangguan tanahnya Hasil pentanahan solid pada Bus 2 dengan jarak 300 m dari pembangkit memiliki arus gangguan 1 fasa ke tanah sebesar untuk sistem Resistor sebesar kA Arus gangguan 2 fasa ke tanah memiliki arus gangguan sebesar kA untuk sistem Solid dan kA untuk sistem Resistor. Kata kunci Sistem Pentanahan , ETAP Gangguan Tanah Pendahuluan Sistem distribusi tegangan menengah memiliki area yang luas dan dekat konsumen sehingga sangat rentan terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan terganggunya sistem distribusi Utomo & Raharjo, 2013. Sistem distribusi adalah keseluruhan komponen dari sistem tenaga listrik yang menghubungkan secara langsung antara sumber yang besar dengan konsumen Basuki, Muksim, & Setiawidayat, 2018. Sistem komponen simetri dapat digunakan untuk Analisa operasi simetris dan asimetris dari sistem tenaga Alfidin, 2016. Pada Sistem pentanahan untuk jaringan distribusi 20 kV berdasarkan SPLN 261980 bahwa arus gangguan ke Tanah Sebesar 25 ASPLN 26 1980, Peneliti telah mengamati bahwa 80% dari gangguan penyaluran energi listrik terjadi karena gangguan dalam sistem distribusi. ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 139 DOI Gangguan yang sering timbul pada penyulang adalah gangguan hubung singkat fasa ke fasa 11% dan 1 fasa ke tanah 15% Suswanto, 2009, Pradhana & Setiawidayat, 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari jenis impedansi pengetanahan, nilai impedansi pengetanahan, serta lokasi gangguan tanah terhadap arus gangguan tanah Alfidin, 2016. PLN Rayon Balikpapan Selatan disuplai oleh Industri dan memiliki 30 penyulang, salah satunya penyulang PT. PLN Persero Area Balikpapan – Rayon Balikpapan Selatan khususnya Jaringan Tegangan Menengah memiliki program yaitu Zero Gangguan. Hal inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk mengangkat topik ini sebagai bahan penelitian yang akan diukur secara kualitatif dan pengembangan bagi perusahaan. Studi Pustaka optional Sistem pentanahan adalah untuk mengamankan sebuah sistem kelistrikan. Bagian-bagian yang diketanahkan meliputi titik netral suatu sistem tenaga listrik, bagian pembuangan muatan listrik dari arrester, kawat petir pada sepanjang saluran transmisi dan peralatan-peralatan yang pada keadaan normal tidak dialiri arus listrik tetapi berpotensi dialiri arus listrik. Tujuan dari sistem pentanahan antara lainHutauruk, 1999. 1 Mengalirkan arus gangguan ke dalam tanah baik arus gangguan yang berasal dari surja hubung maupun surja petir. 2 Melindungi manusia dari peralatan-peralatan yang dalam keadaan normal tidak teraliri arus tetapi berpotensi mengalirkan arus saat terjadi gangguan. 3 Sistem pentanahan juga berfungsi untuk membatasi tegangan dari fasa-fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan. 4 Menjaga tingkat kinerja peralatan sehingga sistem dapat berjalan dengan baik A. Metode Pentanahan Netral Sistem pentanahan netral menggunakan beberapa metode Grounding pada satu atau beberapa titik. Metode ini dapat dibagi menjadi dua kategori umum solid Grounding dan impedance grounding. Impedance grounding dapat dibagi lagi menjadi beberapa sub kategori reactance grounding, resistance grounding, dan ground fault neutralizer grounding tegangan dari fasa – fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan kawat tanah Sultan, Mustafa, & Saini, 2012. Adapun sistem pentanahan titik netral ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 1. Pentanahan Langsung ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 140 DOI B. Titik Netral ditanahkan Melalui Tahanan Resistor Sistem Pentanahan melalui Resistor dimana ada penambahan pada sisi sekunder trafo dengan resistor. Apabila sistem terjadi arus gangguan tanah besarnya tegangan sistem dan kapasitas sistem dimana semakin besar arus nya maka gangguan tanahnya lebih kecil karena melalui impedansi Sultan et al., 2012. Adapun sistem pentanahan titik netral ditunjukkan pada gambar 2. Gambar 2. Pentanahan Melalui Tahanan Resistor C. Komponen Sistem Pentanahan Komponen sistem pentanahan secara garis besar terdiri dari dua bagian, yaitu hantaran penghubung dan elektroda pentanahan. a. Hantaran Penghubung Hantaran penghubung adalah suatu saluran penghantar conductor yang menghubungkan titik kontak pada badan atau kerangka peralatan listrik dengan elektroda bumi. Fungsi hantaran penghubung adalah untuk menyalurkan arus gangguan ke elektroda pada sistem pentanahan. Penghantar yang digunakan dapat berupa penghantar yang berisolasi atau kabel dan juga penghantar yang tidak berisolasi seperti BC Bare Conductor, ACSR Aluminium Conductor Steel Reinforced. Hantaran penghubung ditunjukkan pada gambar 3. Gambar 3. Penghantar ACSR dan Penghantar BC b. Elektroda Pentanahan Elektroda pentanahan merupakan sebuah penghantar yang ditanam dalam bumi dan mempunyai kontak yang erat dengan bumi dan menyertai hubungan listrik dengan bumi. Elektroda pentanahan tertanam sedemikian rupa dalam tanah berupa elektroda pita, logam, batang konduktor, pipa air minum dari tulang besi beton pada tiang pancang. Pada umumnya elektroda - elektroda pentanahan ditanam sejajar satu sama lainnya ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 141 DOI untuk kedalaman beberapa puluh sentimeter didalam tanah. Beberapa macam elektroda pentanahan yang biasa dipakai seperti elektroda batang, elektroda pita, dan elektroda plat. D. Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa ke Tanah Gangguan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik merupakan gangguan asimetris sehingga memerlukan metode komponen simetris untuk menganalisa tegangan dan arus pada saat terjadinya gangguan. Gangguan yang terjadi dapat dianalisa dengan menghubung singkat semua sumber tegangan yang ada pada sistem dan mengganti titik node gangguan dengan sebuah sumber tegangan yang besarnya sama dengan tegangan sesaat sebelum terjadinya gangguan di titik gangguan tersebut SARI, 2016. Adapun jenis gangguan 1 fasa ke tanah ditunjukkan seperti pada gambar 4. Gambar 4. Gangguan Hubung Singkat Satu Fasa ke Tanah = = ................................................................................................ 1 Keterangan = Arus gangguan tanah = Tegangan di titik gangguan sesaat sebelum terjadinya gangguan Z = Impedansi urutan nol dilihat dari titik gangguan Z = Impedansi urutan positif dilihat dari titik gangguan Z = Impedansi urutan negatif dilihat dari titik gangguan E. Gangguan Hubung Singkat 2 Fasa ke Tanah Gangguan hubung singkat 2 fasa ke tanah, yaitu gangguan yang terjadi ketika kedua fasa terhubung singkat ke tanah SARI, 2016. Adapun jenis gangguan 2 fasa ke tanah ditunjukkan seperti pada gambar 5. ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 142 DOI Gambar Hubung Singkat Dua Fasa ke Tanah = = ...................................................................................................................... 2 Keterangan = Arus gangguan tanah Vf = Tegangan di titik gangguan sesaat sebelum terjadinya gangguan Z = Impedansi urutan nol dilihat dari titik gangguan Z = Impedansi urutan positif dilihat dari titik gangguan Z = Impedansi urutan negatif dilihat dari titik gangguan Metodologi Tahapan penelitian untuk Simulasi pengaruh sistem pentanahan terhadap arus gangguan tanah menggunakan Etap dibagi menjadi tahapan-tahapan. Tahapan tersebut meliputi studi literatur hingga analisis dan pembahasan. Tahapan-tahapan dapat dilihat pada diagram alir seperti pada gambar 6. ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 143 DOI Gambar 6. Diagram alir - Pengumpulan bahan pustaka yang berhubungan dengan judul penelitian diantaranya 1 M. K. Hamid and S. Abubakar, “Sistem Pentanahan Pada Transformator Distribusi 20 kV di Persero Area Lhokseumawe Rayon Lhoksukon,” vol. 1, no. 2, p. 4. Hasil Sistem pentanahan pada transformator distribusi 20 kV rayon Lhoksukon Persero area Lhokseumawe rayon Lhoksukon menggunakan elektroda batang yang ditanamkan dengan kedalaman 2 meter diperoleh sebesar 2 Ohm dengan menggunakan 4 buah elektroda batang. Kelemahan penelitian ini tidak dijelaskan jenis pentanahan yang dipakai pada transformator. 2 Asnawi, “Analisa Gangguan SUTM 20 kV Penyulang Senggiring 3 di PT. PLN Persero Area Pontianak.” Hasil Pada tahun 2017 dari bulan Januari – Juli pada penyulang Senggiring 3 diketahui total gangguan sebanyak 20 kali dalam sebulan. Kelemahan penelitian ini bahwa pemeliharaan jaringan tidak dilakukan secara berkala. Pengambilan Data transformator, Jaringan, beban Pustaka Melakukan Simulasi Sistem Pentanahan Melalui Hasil gangguan tanah Analisa dan pembahasan ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 144 DOI Gambar 7. Single Line Diagram Feeder - Pengambilan data Single Line Diagram Penyulang , data kapasitas trafo dan beban trafo, data jenis penghantar. Feeder memiliki 30 gardu distribusi. Panjang total pada penyulang adalah meter dengan kabel AAAC 150 mm dengan 3 phasa 3 kawat. Panjang ini terukur dari GI Industri sampai GD terakhir. - Simulasi sistem pentanahan dilakukan menggunakan Software ETAP dengan memasukkan data yang telah diperoleh, guna mengetahui pengaruh sistem pentanahan terhadap arus gangguan tanah. Hasil dari simulasi dilanjutkan dengan pembahasan dan analisis. Hasil dan Pembahasan Simulasi dilakukan dengan menempatkan lokasi gangguan hubung singkat ke tanah dengan sistem pentanahan Solid dan Resistor secara bergantian. Lokasi gangguan yang dipilih adalah transformator pada bus 2,11, 24, 26, 62, 67 seperti ditunjukkan pada gambar 8. ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 145 DOI Gambar 8. Kondisi Aktual Pada Penyulang Dengan Pentanahan Solid,Resistor Running Simulasi didapatkan bahwa Pentanahan Solid mempunyai Arus gangguan Tanah yang lebih Besar dibandingkan dengan sistem Resistor. Hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9. Gambar 9. Grafik Hasil Simulasi Arus Gangguan 1 Fasa ke Tanah Pada Gambar 9 dengan sistem pentanahan Solid memiliki nilai arus gangguan 1 fasa ke tanah yang paling besar kA pada bus 2, sedangkan pada bus yang sama dengan Pentanahan Resistor dengan impedansi ohm didapatkan nilai arus gangguan yang lebih kecil yaitu kA. Gambar 9 diperoleh berdasarkan data dari Tabel 1. 2 bus 11 bus 24 bus 26 bus 62 bus 67Arus Gangguan Tanah IGrafik Hasil Simulasi Gangguan 1 Fasa ke Tanah Solid resistor ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 146 DOI Tabel 1. Hasil simulasi Arus Gangguan 1 Fasa ke tanah Sistem Pentanahan Resistor Gambar 10. Grafik Hasil SImulasi Arus Gangguan 2 Fasa ke Tanah Pada Gambar 10 dengan sistem pentanahan Solid memiliki nilai arus gangguan 2 fasa ke tanah yang paling besar kA pada bus 2. Untuk sistem pentanahan Resistor dengan impedansi ohm Didapatkan Nilai arus gangguan 2 fasa ke tanah sebesar kA. Gambar 10 diperoleh berdasarkan data dari tabel 2. Tabel 2. Hasil simulasi Arus Gangguan 2 Fasa ke Tanah Sistem Pentanahan Resistor 2 Bus 11 Bus 24 Bus 26 Bus 62 Bus 67Arus Gangguan Tanah IGrafik Hasil Simulasi Gangguan 2 Fasa ke TanahSolid Resistor ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 147 DOI Kesimpulan Pengaruh sistem pentanahan terhadap arus gangguan tanah dari sistem pentanahan Solid dan Resistor didapatkan bahwa besar kecil gangguan tanah dipengaruhi oleh jarak titik gangguan. Semakin jauh titik gangguan maka semakin kecil arus gangguan. Sebaliknya semakin dekat titik gangguan maka semakin besar arus gangguan. Hasil pentanahan solid pada Bus 2 dengan jarak 300 m dari pembangkit memiliki arus gangguan 1 fasa ke tanah sebesar untuk sistem Resistor sebesar kA. Arus gangguan 2 fasa ke tanah memiliki arus gangguan sebesar kA untuk sistem Solid dan kA untuk sistem Resistor. Referensi Utomo, E. P., & Raharjo, A. 2013. Analisa Sistem Proteksi Relay Arus Lebih Dan Gangguan Tanah Pada Penyulang Limo. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Basuki, R. A., Muksim, M., & Setiawidayat, S. 2018. Analisis Aliran Daya Pada Feeder Lapindo Rayon Porong Sidoarjo Menggunakan Etap Conference On Innovation And Application Of Science And Technology Ciastech, 11, 652–659. Alfidin, M. P. 2016. Pengaruh Sistem Pentanahan Terhadap Arus Gangguan Tanah Pada Sistem Distribusi 20 Kv Di Pln Palur Dengan Menggunakan Etap Skripsi, Teknik Elektro, Fakultaas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Spln 26 1980. Standart Perusahaan Listrik Negara, Pedoman Penerapan Sistem Distribusi 20 kV. Suswanto, D. 2009. Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Universitas Negeri Padang, Padang. Pradhana, R., & Setiawidayat, S. 2018. Sistem Deteksi Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah Secara Wireless. Conference On Innovation And Application Of Science And Technology Ciastech, 11, 555–562. Hutauruk, 1999. Pengetanahan Netral Sistem Tenaga Dan Pengetanahan Peralatan. Jakarta Erlangga. Sultan, A. R., Mustafa, M. W., & Saini, M. 2012. Ground Fault Currents In Unit Generator-Transformer At Various Ngr And Transformer Configurations. 2012 Ieee Symposium On Industrial Electronics And Applications, 136–140. Ieee. Sari, P. N. 2016. Analisa Gangguan Hubung singkat Fasa R ke Tanah pada Line Motor Gam-106-A Steam Condensate Pump Di Pabrik Pusri 1b Thesis. Politeknik Negeri Sriwijaya. ISSN 2549-3698 Muh. Sidik, Sabar Setiawidayat, Moh. Mukhsim e-ISSN 2549-3701 CIRCUIT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Agustus 2020 148 DOI Lampiran 1 Hasil Running ... Sistem pentanahan yang baik memiliki tahanan < 5 , semakin kecil nilai tahannanya sistem pentanahannya semakin bagus [6], [13]- [15] Untuk memperoleh nilai tahanan yang bagus maka juga perlu diperhatikan jenis tanah, Panjang elektroda, bentuk elektroda dan luas penampang tanah memiliki angka tahanan yang berbeda. ...Miftahul Rianda Ali BasrahSukardi SukardiTaali TaaliNilai tahanan pentanahan yang baik agar dapat terhindar dari gangguan adalah < 5 . Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tahanan pentanahan dan menganalisa nilai tahanan serta merancang sistem pentanahan. penelitian dilakukan di Gedung Olahraga Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan metode 3 titik dengan Earth Tester untuk mendapatkan hasil nilai tahananya. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan didapatkan rata-rata nilai tahanan pentanahan yang ada di Gedung Olahraga Universitas Negeri padang sebesar .nilai tahanan pada Gedung Olahraga Universitas Negeri Padang ini sangat tidak layak, sehingga untuk memperbaiki nilai tahanannya maka dilakukan perancangan ulang. Jenis tanah yang ada di sekitar Gedung Olahraga Univeristas Negeri padang merupakan tanah rawa yang memiliki nilai tahanan jenis tanah sekitar 10-30 . Untuk mendapatkan angka tahanan yang bagus maka dibutuhkan pentanahan yang memiliki kedalaman 12 Meter dan dibuatkan sebuah kotak kontrol supaya memudahkan dalam melakukan pemeliharaan sistem pentanahan.... Berdasarkan rangkaian percobaan yang telah dibuat maka pelaksanaan pengukuran data penyerapan arus Ampere dan daya nyata W dengan cara memberikan sumber tegangan Vr dari 110 Volt hingga 240 Volt, 50 Hz dengan step kenaikan tegangan 5 volt. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati pada alat ukur, Ampere meter untuk mengukur arus, Volt meter untuk mengukur tegangan dan Watt meter untuk mengukur daya nyata [11]. Memasukan hasil pengukuran arus dan daya listrik kedalam tabel data pengukuran untuk setiap lampu pada setiap perubahan tegangan sumber. ...Sabar SetiawidayatWahyu SriyantoThe circulation of Energy Saving Lamps or Self-Based Lamps in Indonesia, which promises the shape of lamps, variations in lamp power, lamp life, comparison of offered lamp brightness, low power absorption with brighter light, has caused many people to switch from using tube lamps and incandescent lamps to other types of lamps. this lamp. Indonesian Government regulation that requires LHE lamp manufacturers to include the Indonesian National Standard label as proof that the lamp is within the specified Efficacy limit. General Regulation of Electrical Installation and PT. PLN urges its consumers that electricity users can maintain the load power factor of not less than This study aims to determine the amount of current consumption and electrical power required by LHE lamps labeled with SNI from the Panasonic, Shinyoku and ACR brands which were obtained randomly in the market. 10 lamps 18 watts, 220 volts as a sample, given a variation of the supply voltage between 110 volts to 240 volts with 10 volt steps. The results showed that the average real power at a voltage of 220 volts was in accordance with the labels on all brands. All three lamp brands have a power factor below Characteristics of voltage to real power for Panasonic LHE obtained y = + - LHE Shinyoku y = + + and LHE ACR y = + + Penelitian Verta dkk [4] dan Alwini & Abduh [5] sistem pembumian dalam pembangkit listrik diperlukan untuk pengamanan generator pembangkit. Sistem transmisi dan distribusi tegangan tinggi juga membutuhkan sistem pembumian untuk mengamankan jaringan listrik serta alat listrik tegangan [6], [7]. Kejadian gangguan listrik mampu menyebabkan kerusakan alat listrik seperti kelebihan beban dan konsleting listrik. ...Rizky MubarokRizki Noor PrasetyonoZidan AlfarikhiPenelitian ini dilakukan untuk menganalisa kelayakan nilai pentanahan pada gedung A dan gedung D di Universitas Peradaban menggunakan elektroda ground rod jenis tembaga. Nilai pentanahan yang sesuai dengan standar PUIL 2011 yaitu 0 sampai dengan 5 . Faktor yang dapat mempengaruhi nilai tahanan pentanahan yaitu variabel kedalaman elektroda, jenis tahanan tanah, diameter elekroda, jumlah elektroda dan jenis tanah. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat earth tester dengan merek kyoritsu dengan metode tiga titik. Berdasarkan hasil pengukuran yang didapat untuk nilai rata-rata tahanan pentanahan gedung A yaitu dan untuk nilai rata-rata tahanan pentanahan gedung D yaitu . Keduan bangunan itu sudah memiliki nilai tahanan pentanahan sesuai dengan PUIL 2011. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan ≤ 1 dengan jenis tanah rawa yaitu 10 -meter maka dibutuhkan kedalaman 12 line to ground faults are the most frequent faults likely to occur in the electric power system. The effect of ground fault is determined by generating station arrangements and transformer connections. In this paper, the performance of the generator within the single line to ground fault at various Neutral Grounding Resistors NGR and transformer configurations is studied. Simulations were conducted in MATLAB/Simulink and the results are analyzed. A comparison with the impact of faults at various transformer connections is presented. The impact of faults for generator with NGR is also analyzed. On the unit generator-transformer, fault current in the generator neutral is greatest at Yg-Yg transformer connection followed by Yg-Y and Yg-Δ, In addition, for the transformer winding Y-Y, Y-Yg, Y-Δ, Δ-Y, Δ-Yg and Δ-Δ no current flows through the NGR of Sistem Proteksi Relay Arus Lebih Dan Gangguan Tanah Pada Penyulang LimoE P UtomoA RaharjoUtomo, E. P., & Raharjo, A. 2013. Analisa Sistem Proteksi Relay Arus Lebih Dan Gangguan Tanah Pada Penyulang Limo. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Aliran Daya Pada Feeder Lapindo Rayon Porong Sidoarjo Menggunakan Etap A BasukiM MuksimS SetiawidayatBasuki, R. A., Muksim, M., & Setiawidayat, S. 2018. Analisis Aliran Daya Pada Feeder Lapindo Rayon Porong Sidoarjo Menggunakan Etap Conference On Innovation And Application Of Science And Technology Ciastech, 11, Sistem Pentanahan Terhadap Arus Gangguan Tanah Pada Sistem Distribusi 20 Kv Di Pln Palur Dengan Menggunakan Etap Skripsi, Teknik Elektro, Fakultaas TeknikM P AlfidinAlfidin, M. P. 2016. Pengaruh Sistem Pentanahan Terhadap Arus Gangguan Tanah Pada Sistem Distribusi 20 Kv Di Pln Palur Dengan Menggunakan Etap Skripsi, Teknik Elektro, Fakultaas Teknik, Universitas Muhammadiyah Perusahaan Listrik Negara, Pedoman Penerapan Sistem Distribusi 20 kVSpln 26 1980. Standart Perusahaan Listrik Negara, Pedoman Penerapan Sistem Distribusi 20 Deteksi Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah Secara WirelessD SuswantoPadangR PradhanaS SetiawidayatSuswanto, D. 2009. Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Universitas Negeri Padang, Padang. Pradhana, R., & Setiawidayat, S. 2018. Sistem Deteksi Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah Secara Wireless. Conference On Innovation And Application Of Science And Technology Ciastech, 11, Netral Sistem Tenaga Dan Pengetanahan PeralatanT S HutaurukHutauruk, 1999. Pengetanahan Netral Sistem Tenaga Dan Pengetanahan Peralatan. Jakarta Gangguan Hubung singkat Fasa R ke Tanah pada Line Motor Gam-106-A Steam Condensate Pump Di Pabrik Pusri 1b ThesisP N SariSari, P. N. 2016. Analisa Gangguan Hubung singkat Fasa R ke Tanah pada Line Motor Gam-106-A Steam Condensate Pump Di Pabrik Pusri 1b Thesis. Politeknik Negeri Sriwijaya.
komponen penahan arus listrik tts